Kepri ajukan proyek skala prioritas senilai Rp25 triliun ke pusat

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengajukan 25 proyek skala prioritas untuk seluruh daerah di Kepri dengan total anggaran sekitar Rp25 triliun kepada pemerintah pusat. Usulan itu disampaikan langsung Plt Gubernur Kepri, Isdianto bersama semua bupati/wali kota se Kepri saat melakukan rapat koordinasi dengan Menko Kemaritiman dan Invetasi Luhut B Panjaitan di Jakarta, Selasa.

“Jika kami sendiri di lapangan tanpa bantuan pemerintah pusat pasti tak terakomodir percepatan pembangunan itu. Kami harap usulan ini diakomodir dan cepat terealisasi,” kata Isdianto.

Baca juga: Kepri tuntut Kemenhub serahkan pendapatan labuh jangkar

Di antara program yang disampaikan Isdianto, antara lain pembangunan Jembatan Batam – Bintan, Waduk Busung, pembangunan Bongkar Muat di Pulau Kundur dan penetapan atas Labuh Jangkar.

Isdianto juga menyampaikan program – program usulan tujuh kabupaten/kota. Untuk Kota Tanjungpinang, diusulkan antara lain pembangunan Jalan Lingkar Kota, Jembatan Madong – Sungai Nyirih, Jembatan Pinang Marina -Tanjung Lanjut.

“Juga penataan Kawasan Kota Pusaka di Kota Tanjungpinang antara lain Kawasan Kota Lama, Kawasan Pulau Penyengat dan Kawasan Kota Rebah. Tanjungpinang juga mengusulkan revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanjungpinang,” ujar Isdianto.

Kota Batam antara lain mengusulkan peningkatan Jalan Ruas Simpang Batubesar – Nongsa (8,5 Km), peningkatan Jalan Simpang Jam – Batu Ampar (6,6 Km), peningkatan Jalan Simpang Sei Harapan – Simpang Basecamp (8 Km), pembangunan Fly Over Simpang Kabil, peningkatan Jalan Pelabuhan Batu Ampar – Bundaran Nan Tongga – Simpang Baloi Center (5.2 Km), pembangunan Jalan Simpang Tembesi – Tanjung Berikat (7.76 km), pembangunan jalan lingkar luar (outer ringroad) Tiban – Jodoh (4 Km) dan pembangunan Jalan Tol Batu Ampar – Muka Kuning – Hang Nadim (25 Km).

Baca juga: Kepri usulkan kawasan perdagangan bebas menyeluruh

“Pembangunan Pasar Induk Jodoh juga diusulkan Pemko Batam. Serta pembangunan Rusunawa (15 Twin Block),” sebutnya.

Kabupaten Bintan mengusulkan peningkatan Jalan Nasional Lintas Barat-Timur Pulau Bintan (penambahan Ruas Jalan) sepanjang 66 Km dan pembangunan Jalan Lingkar Pantai Timur (Inner Ring Road) Pulau Bintan sepanjang 40 Km. Bintan juga ingin pembangunan Pelabuhan Umum dan Angkutan Penyeberangan/Mini Ro-Ro di daerah pesisir dan pembangunan Pelabuhan Perikanan Batu Duyung Bintan.

Kabupaten Natuna mengusulkan Pembangunan Bandara Internasional Kelarik, Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan (SKPT) Selat Lampa – Teluk Depih dan Pengembangan Geopark Nasional Natuna menuju UGGp (UNESCO Global Geoparks).

Kabupaten Anambas mengusulkan pembangunan Depo BBM Pertamina, pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Kecamatan Siantan Selatan dan pembangunan Bendungan Arung Hijau Baruk. Anambas juga mengusulkan pembangunan jalan nasional sepanjang 18 km.

Kabupaten Karimun, lanjut Isdianto, mengajukan pembangunan Pelabuhan Malarko dan peningkatan Bandar Udara Raja Haji Abdullah (Sei Bati). Karimun juga mengusulkan Jembatan Konektivitas dengan Pembangunan Jembatan Pulau Papan – Pulau Belat – Pulau Kundur.

Sementara Kabupaten Lingga mengusulkan pembangunan Bendungan Jelutung, pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Peti Kemas di Kawasan Industri Sebayur, peningkatan Bandara Dabo (dari 1350m menjadi 2300m) dan pembangunan Kawasan Pulau Karantina Nasional.

“Pertemuan ini pada akhirnya menemukan titik terang. Kami mencari solusi seperti apa yang terbaik untuk daerah kami. Tentu kami berharap semua ini terakomodir,” tutur Isdianto.

Sementara itu, pemandu rapat yaitu Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Investasi, Ridwan Djamaluddin, mengaku menampung seluruh usulan yang disampaikan Plt Gubernur Kepri, Isdianto.

Dia menyatakan ada beberapa program yang akan dikonsolidasikan untuk tahun 2020 dan ada yang dibahas masuk dalam pembangunan tahun berikutnya.

“Yang jelas, saat ini sedang ada pembahasan program RPJMN 2020 – 2024. Beberapa kementerian akan memasukkan sejumlah kegiatan dalam program itu,” ucap Ridwan.

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan menegaskan pertemuan ini untuk membahas rencana infrastruktur dan konekvitas.

Termasuk janji – janji Presiden Joko Widodo untuk Kepri saat kampanye Pilpres kemarin.

“Kami juga akan memfasilitasi usulan pembangunan itu ke kementerian terkait. Tentu dengan melihat skala prioritas,” tegas Luhut.

antaranews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini