Jimly Asshiddiqie: Klaim China di Natuna Hanya Sebatas Romantisme Sejarah

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Jimly Asshiddiqie angkat suara terkait kerenggangan antara Indonesia dan China di Natuna. Menurut dia, klaim China atas perairan Natuna memiliki latar belakang psikologis.

“Saya rasa RRC ini hanya psikologis saja. Romantisme sejarah dan psikologi karena semua orang dunia memberi nama lautnya itu Laut China Selatan,” kata dia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/1/2019).

“Ya karena dia merasa itu bagian dari wilayah dia. Karena namanya laut China Selatan. Namanya sekarang laut China Selatan. Makanya kita ganti nama itu. Sebaiknya namanya laut Asia Tenggara saja. Jangan laut China Selatan,” imbuhnya.

Padahal, kata dia, kalau menilik peta pulau Natuna dan sekitarnya berada jauh sekali dari daratan China kalau dibandingkan dengan daratan negara-negara lain, seperti Malaysia, Singapura, Brunai, Filipina.

“Maka terlalu jauh kalau dia mau mengklaim. Jadi ini hanya klaim psikologis romantis sejarah saja,” tegas dia.

Karena itu, dia mendukung pernyataan tegas Menlu yang menyatakan perairan Natuna sebagai bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Hal tersebut pun diakui oleh dunia internasional.

“Jadi sebetulnya tinggal diusir saja. itu sudah tepat petugas kemarin menyuruh pergi dan kita kan cinta bangsa yang cinta damai. Bangsa yang cinta damai tidak suka perang bukannya takut perang, tapi tidak suka perang. Tapi pengusiran harus dilakukan. Saya kira itu saja,” tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Source link

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini