Lokasi titik pusat Ibu Kota baru berada di dataran tinggi di puncak bukit di Sepaku, Kabupaten Paser Utara

Hal terpenting dalam pembangunan ibu kota baru adalah masalah penyediaan lahan serta pembangunan fisik. Seperti sarana dan prasarana infrastruktur, gedung pemerintahan dan lainnya. 

Berkaitan dengan lahan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah akan segera merampungkan Inventarisasi Penguasaan, Peemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) 200.000 hektare lahan di ibu kota baru. Inventarisasi tersebut dilakukan karena ibu kota baru sebagian memakai lahan hutan.

“Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) kan sudah 200.000 ha. Kalau penambahan lagi kan banyak kawasan hutan di sana. Kita delineasi sehingga demikian kota ini akan menjadi kota yang indah sekali, hutan-hutan terjaga,” ujarnya.

Dengan adanya IP4T tersebut, nantinya akan ada batasan lahan mana yang boleh digunakan untuk menambah pembangunan ibu kota baru. Acuan tersebut juga bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan.

Pemerintah masih akan terus menambah lahan ibu kota baru. Tahap pertama sudah selesai sebesar 180.000 ha menuju tahap kedua sebesar 265.000 ha. 

Sementara untuk pembangunan fisik, Jokowi menargetkan kluster pemerintahan yang akan dibangun pertama kali dapat selesai 2023. Kluster pemerintahan seperti Istana Kepresidenan, kantor kementerian, dan gedung pemerintahan.  Lahan yang disiapkan mencapai 5.600 ha.

Pembangunan klaster dilakukan secara paralel dengan pembangunan transportasi umum, pembangunan air baku, dan instalasi listrik di ibu kota baru.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air baku di ibu kota baru, akan dibangun Bendungan Sepaku Semoi. Lokasinya di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pembangunan dimulai pada 2020.

“Dengan adanya rencana IKN (Ibu Kota Negara) di Kaltim, maka bendungan ini diproyeksikan juga untuk memenuhi kebutuhan air baku di Sepaku sebesar 500 liter per detik,” papar dia.

Menurutnya, dibutuhkan lahan dengan luas sekitar 300 ha untuk pembangunan bendungan dengan biaya sekitar Rp 700 miliar. Selain Bendungan Sepaku Semoi, Kementerian PUPR juga berencana membangun Bendungan Batu Lepek di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sementara terkait sarana transportasi, salah satu yang digadang-gadang adalah kereta api. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi anggaran untuk pembangunan transportasi perkeretaapian di ibu kota baru sekitar Rp 209,6 triliun.

“Biaya itu terdiri dari pembangunan stasiun, kereta api subway, KRL, jalur kereta api dan pengadaan kereta listrik,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono.

Besarnya dana pembangunan untuk transportasi kereta dikarenakan pemerintah harus membangun dari awal, begitu dengan teknologinya.

Untuk fasilitas jalan, saat ini Kalimantan telah memiliki jalan tol pertamanya, yakni Tol Balikpapan-Samarinda. Tol ini baru diresmikan Jokowi, bersamaan saat peninjauan ke lokasi ibu kota baru, Selasa (17/12/2019).

Jokowi berharap tol tersebut juga dapat mempercepat akses di kawasan ibu kota baru.”Sehingga menyambungkan ke kawasan ibu kota dan saya minta agar pada 2020 jalan menuju kawasan ibu kota baru sudah mulai disiapkan dan betul betul tersambung antara jalan tol Balikpapan-Samarinda dan ke kawasan ibukota,” kata Jokowi.

 

 

 

 

 

Source link

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini