Jurus SKK Migas Genjot Performa Hulu Migas di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah menjamin warga negaranya mendapatkan akses energi, sehingga bagi warga masyarakat yang tidak mampu pemerintah memberikan subsidi. Pada tahun 2019 terdapat potensi over kuota BBM bersubsidi dari kuota yang telah ditetapkan pada APBN 2019.

Demikian hal itu dikatakan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshurullah Asa, pada BPH Migas Goes To Campus BPH migas hadir untuk negeri di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Jumat, 25 oktober 2019.

“Over kuota ini diakibatkan karena penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi. Perencanaan pembangunan pipa Trans Kalimantan, hal ini akan sangat mendukung pembentukan Ibu Kota baru di Kalimantan,” kata M Fanshurullah Asa.

“BPH Migas diamanatkan oleh Bapak Presiden untuk mengawal pembangunan BBM Satu Harga pada daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T). BPH Migas telah menyelesaikan tugas pembangunan 170 penyalur BBM Satu Harga diseluruh wilayah Indonesia pada bulan Oktober 2019 lebih cepat dari target bulan Desember 2019. Sesuai arahan Bapak Presiden, program BBM Satu Harga akan dilanjutkan dengan membangun 330 penyalur BBM satu Harga pada periode 2019-2024, sehingga diharapkan pada akhir tahun 2024 telah terbangun 500 penyalur BBM Satu Harga diseluruh Indonesia,” jelas dia.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia Tahun 2018 – 2027, diperkirakan bahwa Bumi Kalimantan akan mengalami surplus supply gas bumi yang selama ini mayoritas pasokan diolah menjadi LNG Domestik dan komoditas ekspor, dan belum dimanfaatkan secara optimal bagi penggunaan industri, transportasi, rumah tangga dan pelanggan kecil.

Penetapan harga gas bumi melalui pipa, khususnya rumah tangga dan pelanggan kecil untuk pemakaian sendiri, harga gas bumi melalui pipa lebih murah dibanding harga jual pasaran gas LPG 3 kilogram (melon). Saat ini program tersebut baru meliputi +/- 45 wilayah Kabupaten/Kota.

“Dan BPH Migas akan terus meningkatkan perluasan pemanfaatan gas bumi, Pengawasan terhadap penggunaan BBM bersubsidi dari penyelewengan yang tidak bertanggung jawab,” kata M Fanshurullah Asa.

Source link

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini